Tampilkan postingan dengan label kepribadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepribadian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Pertanyaan-Pertanyaan yang Tidak Disukai oleh Para Introvert

share share share.. berhubung tipe kepribadian saya lebih ke arah tipe Introvert, pas nemu artikel ini langsung di share.. :D monggo di baca.. 
Berikut ini adalah beberapa jenis pertanyaan yang lebih baik tidak kamu utarakan kepada orang-orang introvert atau teman-teman introvert kamu jika kamu benar-benar berharap agar dia bisa hidup bahagia. Karena dikhawatirkan hal-hal ini bisa membuat mereka jadi ingin muntah-muntah karena merasa jijik.

Tanya Soal Keadaan

Jangan menanyakan soal keadaannya. Misalnya ketika kamu mengetahui dia sedang murung. Jangan pernah bertanya “Kamu kenapa?” berkali-kali karena ketika kamu tanya begitu pasti dia akan jawab “Tidak apa-apa”. Itu sudah cukup. Dan apa yang dia katakan itu memang benar. Itu berlaku untuk semua aspek yang mirip.

Dia akan merasa sebal kepadamu jika kamu terus-terusan menanyakan hal yang sama, karena ketika pertama kali kamu menyanyakan tentang alasan mengapa dia tampak murung atau bersedih, saat itu dia sudah menjawabnya. Pertanyaan yang sudah terjawab untuk apa ditanyakan lagi?

Bukannya tidak mau menjawab. Hanya saja merespon orang lain itu rasanya melelahkan, apalagi jika orang tersebut pada dasarnya sudah tahu jawabannya tanpa harus diberitahu.

Jika kamu ingin tahu soal keadaannya, lebih baik tanyakan itu kepada orang lain yang sedang dekat dengannya atau yang sedang berada di sekitarnya. Ini akan memberikan nilai lebih bagi dia. Karena bagi dia kamu itu tampak sebagai seseorang yang sedang bersungguh-sungguh ingin memperhatikan dia, meskipun tanpa harus membuat dia tahu.

Tanya Soal Lokasi

Jangan menanyakan soal alamat atau lokasi-lokasi tertentu kepada mereka. Mereka tidak tahu. Apalagi jika kamu bertanya soal lokasi rumahnya si A dan si B. Kalau kamu tanya soal ukuran planet Uranus atau jarak antara planet Uranus ke planet Bumi mungkin dia tahu.

Tanya Soal Sekolah atau Kerja

Pertanyaan-pertanyaan seperti “Kamu kerja di mana sekarang?” atau “Kamu sekolah di mana?” juga tidak mereka sukai. Jika kamu ingin menanyakan itu, pastikan kamu memiliki tujuan yang jelas. Lihat-lihat situasi juga. Tidak boleh ada basa-basi.

Tanya Soal Pengalaman Seks

Jangan pernah bertanya soal bagaimana pengalaman atau pernahkah dia menonton film porno atau melakukan hal-hal yang aneh dengan itu. Kebanyakan orang yang bertanya soal itu kepada paraintrovert pada dasarnya tidak memiliki niatan untuk bertanya soal itu secara sungguh-sungguh, melainkan mereka hanya sedang berusaha mengejeknya saja. Dan orang-orang introvert bisa dengan mudah mengetahui gelagat itu.

Kebanyakan orang berpikir bahwa orang-orang introvert itu semuanya lugu, polos, culun. Mereka mungkin berpikir “Ah, anak seperti itu mana mungkin tau soal yang begituan…” atau “Dia pasti nggak bisa ngaceng…” dan lain sebagainya.

Satu hal yang umum para ekstrovert tidak ketahui adalah bahwa para introvert itu telah dibekali dengan imajinasi yang tinggi sejak mereka dilahirkan. Meski hidup mereka positif, dan suka memanfaatkan imajinasi dan bakat mereka untuk menciptakan karya-karya yang bagus atau menolong orang, tapi mereka juga bisa menggunakan kemampuan mereka itu untuk melakukan hal-hal yang negatif jika mereka mau. Jadi jangan pernah meremehkan kemampuan mereka. Karena ekspresi mereka yang terkesan “biasa-biasa saja” sangat mendukung mereka untuk tetap berada dalam situasi yang aman. Dan tidak mungkin akan ada orang yang bisa mengetahui bahwa orang-orang introvert juga bisa melakukan hal-hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang ekstrovert.

Ada satu hal lagi yang ingin Aku tegaskan mengenai apa itu introversi:


“Apa yang terjadi di dalam pikiran orang-orang ekstrovert bisa saja terjadi pada orang-orang introvert, tetapi apa yang terjadi di dalam pikiran orang-orangintrovert belum tentu bisa terjadi pada orang-orang ekstrovert”.

Seperti itulah. Semoga bisa dipertimbangkan dan dimengerti.

cr. http://latitudu.com/v2/journal/pertanyaan-yang-tidak-disukai-oleh-para-introvert

Ragam Jenis Tes Objektif & Proyektif

Berikut ini beberapa psikotes yang sering digunakan di Indonesia:

Tes Obyektif:

A. Intelejensia (IQ)

IST (Intelligent Structure Test): Biasa dikenal dengan tes IQ untuk mengukur kecerdasaan seseorang dengan struktur tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan pencari tenaga kerja. Ada sekitar 9 - 10 subtes untuk mengukur beberapa kemampuan dasar seseorang, di antaranya meliputi kemampuan terhadap angka, verbal, dan daya bayang ruang.

TKU (Tes Kemampuan Umum): Mirip dengan tes IQ. Di dalamnya ada pertanyaan, atau bentuk pilihan ganda, yang meliputi kemampuan matematika, verbal, dan pengetahuan umum. Namun, tes ini biasanya diberlakukan kepada para fresh graduate, bukan yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Tes Analog Verbal: Biasanya terdiri dari 40 soal, meliputi sinonim, antonim, atau analog suatu kata. Tes ini menilai kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, dan melihat sejauh mana Anda memahami hubungan sebab-akibat saat menghadapi sebuah permasalahan.

B . Kepribadian


DISC: Alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian. Biasanya Anda akan diminta untuk memilih satu pernyataan yang paling sesuai dengan diri Anda. DISC membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni: apakah termasuk tipikal orang yang Dominan (D), Influence (I) dengan pergaulan yang luas dan ekstrover, tipe Steady (S) yang teratur, atau Compliance (C) yang sangat menyukai keteraturan. Kesesuaian analisis ini akan menentukan apakah seseorang sesuai dengan jenis pekerjaan, lingkungan kerja, dan budaya kerja di tempat tersebut.

16 PF (personality factor): Tes yang satu ini akan mengungkap kepribadian dengan membandingkan 16 indikator kepribadian. Dari sini akan ketahuan seseorang tersebut termasuk pribadi yang terbuka atau tertutup, hangat atau tidak hangat, senang detail atau tidak.

EPPS: Tes ini akan menentukan apakah kepribadian Anda sesuai dengan bidang kerja yang akan dilamar. Mirip dengan tes DISC, Anda akan dihadapkan pada dua pernyataan, dan diminta untuk memilih salah satu yang paling menggambarkan diri Anda, meskipun kedua pernyataan tersebut tidak sesuai dengan diri Anda.

Tes Proyektif


Wartegg: Terdiri dari 8 kotak, masing-masing berisi bentuk-bentuk tertentu, seperti titik, garis kurva, tiga garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, dan 7 buah titik yang tersusun melengkung. Anda diminta untuk menggambar sesuatu dari bentuk dasar ini, memberi judul, dan memilih nomor kotak yang paling Anda sukai serta tidak Anda sukai. Tes ini bukan tes menggambar indah, tapi menilai aspek emosi, imajinasi, dan intelektual.

HTP (House – Tree – Person): Anda diminta menggambar tiga jenis objek sekaligus, yaitu rumah, pohon, dan manusia. Yang dinilai dalam tes ini adalah tarikan garis, arsiran, serta proporsional gambar. Tes ini dapat menangkap bagaimana seseorang membina hubungan dengan otoritas dan rekan kerja, serta bagaimana ia menangani sebuah tugas.

DAP (Draw A Person): Merupakan tes standar menggambar orang. Gambar yang dibuat biasanya berhubungan dengan gambar laki-laki, gambar diri Anda sendiri, dan gambar seorang wanita. Dari sini akan tertangkap kemampuan seseorang dalam membedakan karakteristik seseorang melalui gesture atau ekspresi wajah dari gambar orang tersebut.

Tes Khusus Posisi Manajerial ke Atas

Untuk posisi level manajerial ke atas, seperti direktur, perusahaan lebih mengutamakan jenis psikotes khusus yang dikenal dengan istilah tes assessment center atau business simulation.

Pada jenis tes ini, Anda akan coba ditempatkan pada skenario yang menggambarkan situasi kerja yang sebenarnya. Apakah selama berlangsungnya simulasi, Anda akan menampilkan perilaku yang diinginkan oleh pihak perusahaan? Misalnya, bagaimana ia menghadapi setumpuk masalah administrasi, menanggapi keluhan konsumen, mengatasi anak buah yang marah, atau memimpin sebuah rapat.

Pada level posisi ini, perusahaan lebih percaya kepada bukti langsung. Sebab, bisa saja hasil psikotes dasarnya memberikan hasil yang bagus, tapi saat dihadapkan pada situasi nyata, ia tidak bisa apa-apa.

cr. http://www.femina.co.id/isu.wanita/karier/ragam.jenis.tes.objektif.proyektif/005/001/306